PENERAPAN DSS DI LABORATORIUM INFORMATIKA UNIVERSITAS GUNADARMA

Posted: October 19, 2011 in TUGAS PASCA SARJANA 39PLSI

Nama : Nuraini Purwandari
NIM : 92310046
Kelas : 39 PLSI
Dosen : Dr. Prihantoro
Tugas ini dibuat untuk melengkapi nilai mata kuliah Sistem Penunjang Keputusan Porgram Pasca Sarjana Universitas Gunadarma.

Pengertian DSS

DSS merupakan salah satu produk perangkat lunak yang dikembangkan secara khusus untuk membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan (Indrajit 2001, p.179). Sesuai namanya, tujuan digunakannya system ini adalah sebagai “second opinion” atau “information source” yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan sebelum seorang manajer memutuskan kebijakan tertentu. Pendekatan yang paling sering dilakukan dalam proses perancangan sebuah DSS adalah dengan menggunakan teknik simulasi yang interaktif, sehingga selain dapat menarik minat manajer untuk menggunakannya, diharapkan system ini dapat merepresentasikan keadaaan dunia nyata atau bisnis yang sebenarnya.

DESKRIPSI PERUSAHAAN

Universitas Gunadarma merupakan salah satu universitas berbasis komputer yang memiliki beberapa laboratorium untuk menunjang kegiatan perkuliahan salah satunya adalah Laboratorium Teknik Informatika. Organisasi Laboratorium Teknik Informatika melakukan kegiatan mulai dari:

  1. Penerimaan Asisten
  2. Penerimaan Asisten Tetap
  3. Penjadwalan praktikum
  4. Penjadwalan asisten
  5. Penjadwalan Pengajar mata praktikum
  6. Pengecekan inventaris Lab
  7. Penentuan  mata praktikum
  8. Penentuan jumlah pertemuan mata praktikum
  9. Penyusunan modul mata praktikum
  10. Pelayanan Praktikum
  11. Proses Pengolahan nilai Praktikum
  12. Pengecekan nilai praktikum
  13. Rekapitulasi asisten

STRUKTUR ORGANISASI

 

LATAR BELAKANG

Laboratorium Informatika merupakan salah satu tempat dilaksanakan kegiatan praktikum sesuai dengan jurusan yang ada di Universitas Gunadarma yaitu Teknik Informatika.

Dalam pelaksanaan kegiatan praktikum selama semester PTA ataupun ATA banyak sekali terdapat masalah khususnya dalam pengambilan keputusan pelayanan praktikum.

Oleh karena itu dibutuhkan sebuah system pendukung keputusan atau DSS agar mendukung dan meningkatkan efektifitas keputusan seorang Asisten Tetap dalam pelayanan praktikum untuk menangani masalah praktikan.

DESKRIPSI PEKERJAAN

ASISTEN

Wajib Hadir pada jadwal yang telah ditentukan. Jika berhalangan hadir, wajib mencari pengganti dan melaporkannya ke petugas Piket Harian untuk hari bersangkutan. Bertugas dibarisnya dan mengisi absensi kehadiran serta mengisi lembar form nilai. dll

ASISTEN TETAP (AT)

Pengawasan jalannya praktikum, bertanggung jawab dalam pelayanan praktikum untuk mahasiswa, mengawasi pengisian lembar form nilai, membuat daftar ketidaklulusan per mata praktikum

Ketentuan penilaian:

  • Praktikum ber-SKS      : Nilai akhir berupa abjad A, B, C, D dan E.
  • Praktikum non-SKS     : Nilai akhir berupa angka.

Membuat laporan nilai per mata praktikum ke staff, dan melakukan dokumentasi-dokumentasi yang berkaitan dengan praktikum. dll

STAFF

Penjadwalan praktikum, secretariat dan menkoordinir pertanggungjawaban software, hardware, network lab, koordinir dan pengecekan nilai praktikum, pemeliharaan aplikasi SILABTI Pelayanan praktikum, operasional, dan rekapitulasi asisten.

KEPALA LAB

Mengawasi pelaksanaan dan penyelenggaraan praktikum, memeriksa dan meyetujui laporan yang berhubungan dengan lab.

IDENTIFIKASI AREA DSS

IMPLEMENTASI DSS DALAM PELAYANAN PRAKTIKUM

Dalam berbagai proses dalam melaksanakan kegiatan praktikum, proses pengambilan keputusan telah banyak bergantung pada DSS yang telah dikembangkan. Penerapan DSS diterapkan pada saat :

1)      AT membuat keputusan agar mahasiswa/praktikan dapat mengikuti mata praktikum bersangkutan dan seterusnya.

2)      AT membuat keputusan agar mahasiswa/praktikan dapat mengulang praktikum.

3)      AT membuat keputusan agar mahasiswa/praktikan mendapat tugas sebagai pengganti nilai pertemuan praktikum yang tidak diikuti.

4)      AT membuat keputusan agar mahasiswa dapat pindah kelas praktikum.

5)      AT mengecek nilai praktikum mahasiswa bersangkutan.

6)      Mahasiswa dapat mengajukan komplain nilai praktikum.

KOMPONEN DSS

Komponen DSS dibagi menjadi 4 bagian :

  1. Subsistem manajemen data (Data Base Management Subsystem)
  2. Subsistem manajemen model (Model Base Management Subsystem)
  3. Subsistem manajemen dialog (User System Interface)
  4. Subsistem Manajemen berbasis pengetahuan (Knowledge)

 

MANAJEMEN DATA BASE

Berfungsi sebagai penyedia data bagi SPK, data diorganisasikan sedemikian rupa oleh DBMS, data dapat diambil dan dimanipulasi dengan cepat dan mudah dan data bersumber dari internal dan eksternal à konsep hierarki management. Data-data yang dibutuhkan sebagai berikut :

  1. Data base seluruh mahasiswa aktif  (NPM, nama, kelas)
  2. Berkas KTM dan KRS mahasiswa
  3. Data base penjadwalan praktikum
  4. Data base daftar mata praktikum
  5. Data base daftar jumlah pertemuan mata praktikum
  6. Data base nilai praktikum
  7. Data base daftar tugas praktikum
  8. Data base daftar inventaris lab

DSS Database ini merupakan :

  1. Pengumpulan data yang saling terkait terorganisir
  2. Sesuai dengan kebutuhan dan struktur organisasi
  3. Dapat digunakan oleh lebih satu orang selama dari satu apllication
  4. Database dibuat, diakses dan diperbarui oleh DBMS

 

MANAJEMEN MODEL BASE

Model adalah suatu representasi atau formalisai dari suatu sistem nyata. Dilihat dari Strukturnya, model dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

 

Model ikonis

  • Mewakili fisik (abstrak maupun hasil penskalaan)
  • Mempunyai sifat & karakteristik sama dgn aslinya karena digunakan untuk menerangkan kejadian yang sesungguhnya pd waktu yang spesifik.
  • Dapat berdimensi dua dan tiga
  • Contoh : foto,alat

Model Analog

  • Mewakili situasi dinamik (keadaan yg berubah berdasarkan waktu)
  • Memiliki kemampuan mengetengahkan suatu karakteristik dari kejadian yang dikaji
  • Contoh : diagram alir

Model Simbolik /Kuantitatif

  • Mewakili realita yang sedang dikaji
  • Dapat berupa angka, simbol maupun rumus à persamaan
  • Model simbolik dibagi menjadi 2:

–          Model Statis : memberikan informasi mengenai peubah model hanya pd titik tunggal

–          Model Dinamis  : Mampu menelusuri jalur waktu dr peubah model

 

MANAJEMEN DIALOG

UIMS (User Interface Management System) : Antarmuka yang penggunanya mencangkup semua aspek komunikasi antara pengguna (DSS/MSS) baik perangkat keras dan perangkat lunak.

Dengan manajemen dialog (user system interface) aplikasi ini berbasis web, yang dalam pengembangan sistem informasi selanjutnya dapat di buat online, realtime system. Untuk menunjang DSS dalam pelayanan praktikum, lab menggunakan komputer dengan spesifikasi hardware sebagai berikut:

  • Mainboard          : FoxConn NForce 250
  • Prosesor              : AMD Hammer Family Processor 1.4 GHz
  • Graphic Card     : NVIDIA GeForce 8500 GT 512 MB
  • Memory Card     : 512 MB DDRAM
  • Hard Disk          : 80 GB Seagate Barracuda
  • Sound Card        : Sound Blaster 5.1
  • CD ROM           : Samsung 52x
  • Floppy Disk       : Standard 1.4”
  • Monitor              : Samsung SyncMaster 15″
  • Keyboard           : Logitech PS/2
  • Mouse                : Logitech PS/2 + Scroll
  • WebCam           : Logitech

POTENSI DSS

DAMPAK PEMANFAATAN DSS

  • o Problem yang kompleks dapat diselesaikan.
  • o Masalah-masalah semi struktur dapat dipecahkan.
  • o Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
  • o Semua kegiatan lab dapat secara cepat dan akurat terlaksana dengan baik.
  • o Sistem pelayanan praktikum dengan peranan DSS yang tepat akan memudahkan dan melancarkan kegiatan / tugas dari asisten, AT, Staff dan kepala lab.
  • o Dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi, pengambilan keputusan dengan DSS dinilai lebih cepat dan hasilnya lebih baik.
  • o Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh AT yang kurang berpengalaman.
  • o Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
  • o Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa AT untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
  • o Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari AT dan Staff.

 

KESIMPULAN

Implementasi DSS dalam pelayanan praktikum bagi mahasiswa memperlancar semua kegiatan yang ada di labti khususnya. Bagian asisten hanya mengecek absensi kehadiran mahasiswa dan memo dari keputusan AT, staff  mendapatkan laporan nilai yang cukup lengkap dari AT dan kepala lab menyetujui laporan yang sudah melewati staff secara cepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s