Penerapan E-Money Sebagai Alat Pembayaran Saat Ini

Posted: October 19, 2011 in TUGAS PASCA SARJANA 39PLSI
Tags: ,

     

Latar Belakang

Perkembangan teknologi yang sangat pesat membawa dampak dalam sendi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah perubahan skema pembayaran tunai melalui uang kertas menjadi sistim pembayaran non tunai, antara lain melalui kartu kredit, kartu ATM, maupun kartu debit.

Alasan mengapa Digunakan E-Money ?

Transaksi menggunakan elektronik money (e-money)  saat ini mulai semakin diminati masyarakat karena kemudahannya yang tidak perlu membawa uang tunai.

Zaman ini, e-money merupakan kebutuhan masyarakat yang tidak bisa dihindarkan. Itulah sebabnya tumbuh masyarakat yang menggunakan uang non tunai, less cash society. Dengan semakin banyaknya pengguna e-money, diharapkan Bank Indonesia (BI) perlu meningkatkan fasilitas keamanan dan antisipasi dalam pembayaran elektronik agar tidak terjadi yang tidak diinginkan.

E-MONEY sebagagai Alat Pembayaran

E-money adalah suatu alat pembayaran elek-tronik dimana nilai uang itu tersimpan dalam media elektronik tersebut. Dalam implementasinya, e-money ini agak tersamar menjadi kartu debet. Kartu debet memang bentuknya kartu dan based-nya simpanan dengan transaksi yang dilakukan secara online. Sedangkan tran-saksi menggunakan e-money bisa dilakukan se-cara offline, dan nilai saldonya terkurangi setiap kali bertransaksi.

Hanya saja, perbedaannya adalah setiap kali transaksi dengan kartu debet, pasti akan membutuhkan koneksi online untuk otorisasi ke penerbit, bank dalam hal ini. Setiap kali transaksi, simpanan di bank akan berkurang. Sedangkan e-money, setiap kali transaksi, simpanan dalam e-money tersebut memang berkurang saat itu juga, namun data pada pihak penerbit belum tentu berkurang saat itu juga.

Pembayaran E MONEY

Model Chip Based dan Server Based

Pembayaran dengan e-money ini masih tahap awal. Model yang akan berkembang ke depan ada dua bentuk yaitu chip based dan server based.

Untuk chip based, ukuran chip yang kecil memungkinkan chip tersebut disimpan dalam kartu, sehingga mungkin tidak akan terlihat perbedaannya dengan kartu debet atau kartu kredit. Ketika chip tersebut dalam bentuk stiker maka ini bisa di tempel dimana saja, bisa di handphone, jam tangan, dompet, tas dan lain-lain. Model yang itu yang bisa dilakukan secara offline karena nominal uangnya tertanam dalam chip tersebut. Saat transaksi terjadi, sejumlah uang akan berkurang dan berpindah ke terminal merchant yang dilengkapi dengan teknologi radio.

Untuk model server based, sejumlah uang dikelola oleh server penerbit. Model ini biasanya dikem-bangkan oleh Telco Provoder. Telco provider ini mempunyai server yang mengelola account e-money, seperti pulsa. Jika telco provider mengembangkan e-money, maka ia akan membuat satu account lagi yang terpisah dengan account pulsa yang berguna untuk payment. Jadi bisa ditanam dalam satu media. “Kita bisa cek saldo pulsa dan saldo e-money. Bila pulsa habis kita bisa mindahin saldo e-money ke pulsa tapi tidak bisa sebaliknya.

Pembayaran Mikro

Perkembangan e-money ini bukan BI yang men-trigger, tapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang men-drive pelaku pasar untuk masuk ke segmen itu. Jadi, ini adalah salah satu alternatif dari alat pembayaran. Selama ini masyarakat sudah punya beberapa alat pembayaran seperti kartu debet, kartu kredit, check dll. Namun, ada satu lagi untuk pembayaran mikro yang belum tersentuh oleh teknologi, yaitu pembayaran yang kecil-kecil seperti untuk parkir, tol atau tiket. Pembayaran mikro ini karakteristiknya melayani banyak orang, frekuensinya sering, sehingga membutuhkan pelayanan cepat.

 Aturan E-MONEY

Aturan soal e-money tertuang dalam Peraturan BI yang lahir dari Undang-Undang BI, dimana BI diberi kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, termasuk e-money ini.

Dampak E-MONEY

E-money memang tidak bertujuan untuk mengganti uang kecil secara total. Tapi begitu masyarakat sudah tertarik menggunakan e-money untuk payment, maka mereka tidak perlu lagi membawa uang receh, cukup menyentuhkan e-money pada sensor alatnya. Untuk tol, pelayanan tol lebih cepat dan efisien, sehingga cash & link tol tidak terlalu mahal.

Dengan model e-money, masyarakat yang tidak punya rekening tetap bisa bertransaksi. Dengan membeli e-money dengan sejumlah uang cash, maka pembeli bisa membelanjakannya sebesar uang tersebut dengan mendebetnya tiap kali transaksi di merchant tertentu atau untuk pembayaran mikro seperti pembayaran tol, naik kereta atau parkir.

REFERENSI :

http://economy.okezone.com/read/2011/06/23/320/471827/e-money-semakin-diminati-masyarakat

http://www.majalaheindonesia.com/E-Money.htm

http://www.suarapembaruan.com/home/sistem-pembayaran-di-indonesia-akan-gunakan-e-money/8254

Nama : Nuraini Purwandari
NIM : 92310046
Kelas : 39 PLSI
Dosen : Dr. Budi Hermana
Tugas ini dibuat untuk melengkapi nilai mata kuliah Manajemen Keuangan & E Business Porgram Pasca Sarjana Universitas Gunadarma.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s